Mbak, bisakah kau bangun dan biarkan aku memelukmu sebentar saja? Rasanya sudah lama aku tak memelukmu, Mbak. Kau pasti sangat lelah... Mbak, ayo bermain layangan seperti dulu. Ayo kita menggangu Bapak dan Emak kalau mereka sedang memasak tempe. Ayo Mbak... Kami berdiri cukup lama, tanpa melakukan apa-apa. Akibatnya, kakiku terasa kaku. Setiap kali aku menyerah berdiri dan ingin duduk, aku melihat wajah Wasis yang juga kusut dan memilih untuk tetap berdiri. Aku tak tega melihatnya begitu. Ia masih terlalu kecil untuk membantu kedua mbaknya ini. Aku berkata pada Wasis untuk terus berdoa agar semua hal berat segera selesai dan kami bisa tertidur pulas juga. Di depan kami, Mbak Sumini sedang tertidur. Sudah cukup lama aku tak melihatnya tertidur senyenyak ini bahkan ketika ia menginap

