Safiya keluar dari toilet restoran itu beberapa menit kemudian. Setelah memastikan Samir tidak lagi di sana. Setelah sopirnya datang dan menelponnya. Memastikan tak ada bekas air mata meski mata sedikit sembab. Gadis itu berjalan pelan ke arah kendaraan yang menunggu. "Kita ke kampus, Pak!" titah Safiya kepada sopirnya. "Baik, Non!" Kendaraan roda empat itu bergerak menuju arah kampus. Sesekali helaan nafas panjang terdengar begitu berat. Membuat Leo menatap majikannya dari kaca miror. Perjalanan selama dua puluh menit pun sampai di pelataran kampus yang sudah menjadi tempat Safiya menimba ilmu. Setelah mengucapkan terima kasih kepada sopirnya, gadis manis itu keluar dengan anggun. "Dijemput jam berapa, Non?" "Jam lima, Pak," jawab Safiya. "Baik, Non." Tidak masuk satu hari me

