Bab. 12. Makan Siang Bersama Samir.

1455 Kata

Pak Leo yang menjadi sopir pribadi Safiya pun merasa aneh dengan tingkah sang majikan. Sebab, ia tahu bagaimana kondisi hubungan antara ayah dan anak ini. Namun siang ini, dia sudah memarkirkan kendaraannya di pelataran sebuah gedung bertingkat. Menunggu nonanya yang sedang menemui tuan besarnya. "Semoga tidak ada pertengakaran," gumam Leo merasa khawatir dengan keadaan Safiya. Sedangkan di ruang kerja Hamzah, Safiya yang sudah tampil cantik duduk dengan anggun di sofa panjang. "Kenapa kau datang?" tanya Hamzah merasa aneh dengan sikap putrinya. Tatapan gadis itu tertuju pada pria setengah baya yang silanya masih nampak gagah dan menawan. "Aku ada pertemuan dengan Samir. Sedangkan aku tak punya baju atau perhiasan yang bisa aku pakai untuk menunjang penampilanku. Apa ayah tidak malu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN