Malam ini mungkin akan menjadi malam yang tak bisa dilupakan oleh seorang Safiya. Dia sedang duduk di depan meja rias, membuat wajahnya terlihat berbeda dari sebelumnya. Safiya sudah bertekad untuk menerima lamaran dari sahabat ayahnya. Berharap keluar dari rumah mendapatkan kebahagiaan yang ia impikan sejak kecil. Daripada ia menolak, dan akan menerima keburukan dari ayah juga sang kakak, gadis manis itu memilih menikah muda saja. Perihal semua mimpi dan cita-citanya, akan ia bicarakan nanti dengan keluarga itu. Ia juga tak mau berhenti kuliah yang menurutnya sudah setengah jalan. Hembusan nafas panjang keluar dari bibir Safiya saat makeup selesai ia lakukan. "Selesai. Aku tinggal memakai baju," monolog Safiya sambil menatap wajahnya di cermin. Paper bag pemberian ayahnya masih ditem

