BAGIAN 48

1183 Kata

"Lo kenapa senyum-senyum kayak orang b**o Nez?" Ghea menoleh ke arah samping, di mana sahabatnya sedang duduk sembari tersenyum bak baru saja ketiban uang dua puluh milyar. Menyadari bahwa ucapannya tidak digubris sama sekali, Ghea menyenggol lengan Inez. "Apaan Ghe? Kenapa?" Inez langsung tersentak dan mengeluarkan pertanyaan bodoh. Matanya mengerjap. "Bu Iis sudah datang? Mana-mana?" Inez mengedarkan pandangannya ke depan, melongokkan wajahnya dan melihat apakah guru ajarnya itu benar-benar sudah ada di dalam ruang kelas. Inez mengeluh pelan, lalu melempar tatapan sebal kepada Ghea. "Nggak ada bu Iis juga," dumelnya. Ghea geregetan sendiri, rasanya ia ingin membunuh Inez jika perbuatan itu tidak dosa dan masuk ke ranah hukum. Bagaimana tidak, Inez sungguh sangat menyebalkan dan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN