Cakra tidak tahu harus membawa Inez pergi jalan-jalan ke mana. Apalagi dengan naik sepeda, kendaraan yang aneh untuk berpacaran, menurut Cakra. Hingga pada akhirnya, Cakra memilih taman yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumahnya, di sanalah kini Cakra duduk bersama Inez, duduk beralaskan rumput taman yang hijau dan halus. Awalnya Cakra merasa ragu, tapi melihat Inez yang tidak membantah atau menolak ketika dirinya membawanya ke sini, diam-diam Cakra mengulum senyuman. Ia merasa lega. Cakra melirik Inez yang duduk di sampingnya. "Aku bingung mau ngajak kamu ke mana Nez, di sini kamu benaran nggak keberatan?" "Asal berduaan sama lo, gue bakal baik-baik aja. Di sini nggak buruk kok," jawab Inez pelan sembari mengedarkan pandangannya ke arah sekitarnya. "Di sini nggak sepi, lumayan ba

