PAGE #01
Taehyung menatap Bang PD dengan tatapan tak percaya. Sedikit tertawa karena merasa lucu dengan apa yang baru saja didengarnya. "Haha.. Lucu sekali, PD-nim. Kau melarangku berdekatan dengan Jungkook tapi membiarkan Jungkook dan Jimin terlihat seperti sepasang kekasih diluaran sana."
Bang PD menghela napas, "tidak seperti itu Taehyung...” belum sempat lelaki paruh baya itu melanjutkan kalimatnya, Taehyung terlebih dahulu menyela, "Tapi aku menganggapnya seperti itu PD-nim. Aku memahaminya seperti itu, karena kau bahkan tak pernah memberikan pemahaman tentang itu."
Ia menatap PD-nim yang sama sekali tidak menjawab. "Apa aku berbeda disini? Namjoon hyung boleh berdekatan dengan Seokjin hyung, Hoseok hyung boleh berdekatan dengan Yoongi hyung, Jimin boleh berdekatan dengan Jungkook. Lalu aku? Bagaimana denganku?"
"Taehyung...” Bang PD kembali mencoba berbicara, namun Taehyung kembali memotongnya. "Kontrak-ku akan habis bulan ini. Dan aku memutuskan untuk tidak akan memperpanjangnya. Dan beruntung, bangtan libur untuk satu bulan ini. Jadi aku bisa pergi sekarang. Terima kasih sudah merawat dan mendidikku selama ini. Kau sudah seperti Ayah bagiku. Maaf, aku tidak bisa lagi berada di bangtan."
Taehyung beranjak, memilih mengakhiri pembicaraan dan segera pergi dari ruangan itu. "Kau begini hanya karena cinta?" Tanya Bang PD tiba-tiba.
Taehyung yang hendak meraih gagang pintu seketika terdiam. Tapi setelahnya ia berbalik dan memasang wajah dingin, "Tidak. Aku begini karena merasa kalian tidak adil padaku. Kalian membuatku terlihat menyedihkan hingga banyak haters yang menyerangku dengan komentar mereka. Tapi sudahlah. Toh aku tidak akan menjadi siapa-siapa setelah ini. untuk apa masih memikirkan haters. Permisi."
PD-nim tak bisa mencegah Taehyung. Tidak bisa karena semua yang Taehyung katakan adalah kebenaran. Taehyung berbeda. Suaranya tidak sehalus Jin, Jimin dan Jungkook, suaranya cenderung berat dan rendah. Para produser dan komposer selalu dibuat pusing menentukkan bagiannya. Kemampuan menarinya tidak sebagus Hoseok, Jimin dan Jungkook. Meski Jin, Yoongi dan Namjoon juga tidak dapat menari sehebat dance line, tapi Taehyung yang sering melakukan kesalahan saat latihan membuat mereka frustasi. Ia bahkan tidak bisa membuat lagu seperti Namjoon, Yoongi dan Hoseok, bahkan Jungkook sering ikut berpartisipasi dalam setiap persiapan comeback. Hanya wajah tampan sekaligus manis miliknya, wajah yang terlihat seperti grafik komputer lah yang menurut PD-nim merupakan satu-satunya kelebihan Taehyung. Oleh karena itu, saat beredar desas-desus hubungan Taehyung dan Jungkook dan menjadi pembicaraan netizen, PD-nim mulai menjauhkan Taehyung dan Jungkook.
Tapi entah kenapa, mendengar Taehyung memutuskan meninggalkan bangtan membuat PD-nim merasa bersalah, namun tidak ada yang bisa lelaki paruh baya itu perbuat.
***
Taehyung terdiam di depan lift, sedikit melamun hingga tak sadar jika pintunya sudah terbuka. Jungkook yang berada di dalamnya lantas menatap Taehyung dan bertanya, "Kau darimana, hyung? Kau tak tahu kalau hari ini kita latihan vokal? Aku tahu kita sedang libur. Tapi hyung, kau tau kan suara--"
"Ya Jungkook, aku tau. Kembalilah ke studio." potong Taehyung, berjalan masuk ke dalam lift dan menutupnya. Ia sudah cukup hafal dengan apa yang akan dikatakan oleh pemuda dihadapannya dan untuk saat ini, Taehyung sangat tidak ingin mendengarnya.
Jungkook menatap Taehyung yang perlahan menjauhinya. Ia bingung dengan sikap hyung termudanya. Tak biasanya Taehyung begitu.
Jungkook mengedikkan bahunya, "Biarlah. Toh kalau tidak hadir nanti dia sendiri yang dimarahi."
Jungkook kembali ke studio. Sedangkan Taehyung berada di lift yang turun menuju basement. Hari ini ia terlambat, tidak, lebih tepatnya tidak diberitahu ada jadwal mereka untuk mendatangi gedung agensi. Taehyung harus memakai mobil pribadinya yang memang ia simpan di garasi apartemen disamping dorm mereka. Tanpa sepengetahuan yang lain tentu saja.
"Hah.. Kau menyedihkan, Kim." ucapnya sambil menatap bayangannya di dinding lift. Pintu lift terbuka tak lama kemudian, Taehyung keluar dan memasuki mobil sedan hitam berharga fantastis. Mobil itu melaju kencang keluar basement.
Tujuan Taehyung adalah dorm. Ia akan membereskan semua barang-barangnya dan pergi menjauh dari kehidupan keartisannya.