PAGE #03

1574 Kata
Tidak ada yang baik-baik saja setelah Taehyung memutuskan meninggalkan BTS. Para member lebih sering mengurung diri dikamar masing-masing dan sibuk dengan aktivitas pribadi mereka. Namjoon menjadi lebih sering menghabiskan waktu di studio dan berkutat dengan lagu barunya. Hoseok lebih sering menghabiskan waktu di ruang latihan dan menari hingga kakinya lemas. Yoongi hanya diam dikamar sambil sesekali bermain piano dengan melodi menyedihkan atau tiba-tiba berteriak dan membanting barang-barang disekitarnya. Jimin, lelaki itu juga mengurung diri dikamar, lelaki itu sering menangis sambil memeluk foto Taehyung dengannya sebelum debut. Rasa penyesalan merasuki hatinya karena sejujurnya ia tahu akan perasaan Taehyung pada Jungkook, tetapi lelaki itu memilih mengabaikannya dan mendekati Jungkook karena ia juga sebenarnya menyukai Jungkook. Ia merasa menjadi sahabat yang paling buruk. Jungkook yang terparah. Lelaki itu mengurung diri sepanjang waktu bahkan tidak keluar sekalipun untuk makan. Jangankan makan, beranjak dari posisinya saja tidak. Sejak mengetahui Taehyung pergi dari dorm, Jungkook tidak beranjak dari kamar Taehyung. Lelaki itu duduk di ranjang dan menatap lukisan wajah Taehyung berukuran besar di dinding dihadapannya. Pandangannya begitu kosong dan airmatanya mengalir tanpa isakan. Jungkook menyadarinya, bahwa sesungguhnya ia pun memiliki perasaan yang sama. Taehyung dan segala pesonanya, bahkan semut sekalipun akan menyukainya. Tetapi entah apa yang membuatnya justru membenci Taehyung dan memilih dekat dengan Jimin, sahabat baik Taehyung sebelum BTS terbentuk. Mungkin diantara semuanya hanya Seokjin yang sedikit lebih bernyawa. Lelaki itu tetap bertingkah biasa. Memasak dan membereskan dorm serta mengajak yang lainnya untuk tidak melupakan makannya. Tapi bohong jika ia tidak sedih. Berkali-kali dirinya terluka saat memasak karena asyik melamun. Setiap langkah yang ia lalui di dorm ini mengingatkannya pada perlakuan jahatnya pada Taehyung. Tetapi sebagai yang tertua di grup, Seokjin memaksakan dirinya menjadi kuat. Keadaan BTS tidak jauh berbeda dengan kekacauan membernya. Berita mengenai keluarnya Taehyung dari grup sudah di konfimasi oleh agensi dan itu menimbulkan kekacauan di dunia maya. Semua fans marah dan memberikan jutaan protesan baik di komentar maupun berupa surat bahkan petisi. Agensi kewalahan menanganinya ditambah dengan kondisi member yang belum siap. Hal itu menyebabkan comeback yang harus terlaksana sebentar lagi terpaksa diundur. Berbulan-bulan setelahnya. Emosi para member sedikit lebih terkontrol. Mereka sudah mulai berinteraksi seperti biasa meski banyak kecanggungan. Mereka juga memulai kembali karir keartisannya dan menyusun rencana comeback yang sempat tertunda, juga mengatur ulang koreografi dengan member yang tersisa. Tetapi nyatanya Fans tetap tidak terima. Mereka tidak suka Taehyung keluar dari BTS apalagi dengan alasan yang tidak jelas. Mereka selalu mengingat ucapan Taehyung di Burn The Stage. "Setiap member memiliki karisma masing-masing, jadi perhatikan dengan baik part setiap member." "Cintai ketujuh dari kami untuk waktu yang lama." "Aku berharap para ARMY mencintai kami bertujuh, karena BTS terbentuk dari tujuh lelaki." Lalu sekarang? BTS berenam? Yang benar saja. Mereka masih meramaikan dunia maya hingga membuatnya trending di puluhan negara. Berbagai petisi telah dikirim. Sudah tak terhitung berapa banyak surel yang menyuarakan protesan dikirim untuk agensi. Lalu melihat saat ini BTS comeback dengan formasi tidak lengkap, Fans kecewa luar biasa. Mereka masih mempertanyakan Taehyung. Beberapa Fans bahkan memilih menyukai grup rookie yang baru terbentuk beberapa bulan dari agensi yang sama barunya, VICTORY ENTERTAINMENT. Grup yang terdiri dari tujuh orang remaja yang setiap membernya memiliki keunggulan masing-masing, sulit menentukan siapa yang lebih baik. Tidak seperti comeback biasanya dimana BTS memborong seluruh piala. Comeback BTS yang berdekatan dengan comeback grup rookie membuat kehebohan lain diantara netizen dimana BTS kalah oleh grup rookie. VURPLE, grup baru di dunia K-POP nyatanya menarik minat netizen biasa hingga fans idol senior lainnya. Kekuatan tarian, lagu, dan karisma setiap member membuat grup ini naik begitu cepat. Berbagai penghargaan didapatnya dalam waktu singkat. "Apa ini akhirnya?" tanya Yoongi entah pada siapa. "Mungkin. Semua tidak sama saat ia memilih pergi." balas Namjoon, pandangannya tidak tentu mengarah kemana. "Meski ini akhirnya. Kita masih punya satu jadwal konser untuk setidaknya memberikan kenangan terakhir untuk ARMY. Mari berjuang." ajak Seokjin dengan senyum tulusnya. *** Hari konser. Sudah berlangsung selama dua jam lebih dengan lagu-lagu mereka yang tentu memukau. Sedikit banyak mereka bersyukur karena seisi stadium terisi penuh setelah kekacauan yang terjadi. "ARMY~" Jimin memulai berbicara. Matanya berkaca-kaca. Tak sanggup membicarakan sesuatu yang menyakitkan. "Maafkan aku.." Seandainya aku tidak egois. Namjoon mulai berbicara saat Jimin menunduk dan menangis. "Aku senang kalian datang. Dan untuk semua yang telah terjadi, sebagai leader aku juga meminta maaf.." Maaf karena membuatnya pergi. Yoongi mengangkat MIC-nya. "Aku pikir, setelah semua yang terjadi. Konser kali ini akan terasa sepi. Tetapi melihat kalian semua memenuhi stadium ini, perasaanku sedikit lega meski aku merasakan kekosongan.." jika saja aku tidak berlaku kasar padanya. Jungkook melakukan kontak mata dengan semua penggemarnya, hal yang dulu selalu Taehyung lakukan. Matanya berkaca-kaca. "ARMY~ Kita sudah terbang begitu tinggi, menjelajahi setiap tempat dan menguasainya. Kuharap, tidak apa-apa jika kita mulai turun untuk beristirahat. Kuharap..." kuharap aku bisa memutar waktu dan mengubah segalanya, agar ia tetap disini bersamaku, bersama yang lainnya. Saat Hoseok hendak berbicara. Sebuah nada tiba-tiba terdengar. Selanjutnya ARMY menjerit histeris saat suara yang mereka rindukan tiba tiba terdengar. Lagu yang entah milik siapa dinyanyikan oleh Kim Taehyung. kkocteuri gadeukhan georie oneuldo geudaereul boneyo nae ane damgyeojikkayo saebyeokdari jinan gongweone jigeum nae gamjeongeul damayo i noraen geudael hyanghaeyo bamhaneul darege bichweojin pilleume sorireul deureoyo I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine geu challae shigane geu moseubeul nochin nae maeumi ashwiweohae huhoega dwae dashi geu challaga itgireul dalbitchogak hanahana moa jomyeongeul mandeul teni eojewa gateun moseubeuro nae ape wajuseyo. I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine baljaguk namgigo tteonagashimyeon jega geu ongil jigilgeyo heukbaeksoge namgilgeyo (In the streets full of flowers I see you today too Will it be in me In the park of the early morning I have my feelings now Towards this old yellow Illuminated by the moon Listen to the film I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine That's the time of the moment I missed my lost mind I regret it Collect a moonlight piece I'll make the lights Like yesterday Come in front of me I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine I still wonder wonder beautiful story Still wonder wonder best part I still wander wander next story I want to make you mine If you leave footprints I'll keep it warm I'll stay in black and white) [SCENERY - BTS V] Melodi sendu dengan lirik yang menyentuh, tidak ada satupun yang tidak menangis bahkan para member sekalipun. Semua berharap jika Taehyung datang ke konser itu, tetapi sampai lagu berakhir tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Diakhir, terdapat potongan kalimat yang terpampang di layar. "ARMY-deul... Terima kasih karena sudah mencintaiku selama ini. Selalu mendukungku dan memberiku semangat untuk terus hidup dan menghibur kalian. Terima kasih, telah menjadi alasan masih berdiri tegak bersama BTS. Dan tolong, meski aku sudah tidak bersama BTS, tolong cintai mereka seperti sebelumnya. Dan untuk member-deul... Untuk apapun yang kalian rasakan dalam hati kalian yang berkaitan denganku, lupakan. Lupakan segalanya karena aku tidak mempermasalahkannya lagi. Aku pergi karena sudah waktuku untuk pergi. Terima kasih untuk waktunya. Tetap berdiri dan terus terbang bersama ARMY. ARMY, BTS, Kim Taehyung selalu mencintai kalian." Dan konser yang seharusnya masih menampilkan beberapa lagu berhenti saat itu juga. Seisi stadium dipenuhi oleh tangisan. *** VURPLE semakin terkenal. Hanya berjarak satu tahun, prestasinya mengalahkan grup senior bahkan BTS sekalipun. VICTORY ENTERTAINMENT juga menjadi agensi nomor satu di korea selatan dalam kurun waktu satu tahun. Tidak diketahui siapa pendiri agensi emas ini. Ketika VURPLE ditanyai pasal hal tersebut mereka akan tersenyum dan menjawab, "PD-nim kami hanya berpesan seperti ini jika ada yang menanyakan identitas dirinya. 'Cukup katakan I PURPLE YOU dan mereka akan mengenalku'." Lalu publik kembali heboh dengan pernyataan member grup rookie tersebut. Tentu saja mereka mengenal pemilik kata tersebut, orang yang selama ini dicari-cari keberadaannya karena menghilang begitu saja setelah hengkang dari BTS. Media mulai memuji talentanya sebagi produser muda berbakat yang bisa mendebutkan grup hebat yang mampu bersanding dengan grup senior hanya dalam waktu satu tahun. Belakangan VURPLE juga mengungkapkan jika seluruh lagu dan koreografi yang mereka gunakan untuk debut adalah karya seorang kim Taehyung. *** Lelaki itu mematikan tanyangan berita di layar tabletnya. Menyimpan tablet itu di kursi penumpang dan beranjak keluar dari mobil. Dengan sebuket bunga, lelaki yang berpakaian serba hitam itu melangkah pelan menuju suatu tempat. "Semua keinginanmu terpenuhi. Kau membuktikan kemampuanmu yang hebat dengan mendirikan agensi itu. Staff sudah memutar lagu ciptaanmu saat konser BTS waktu itu. Tetapi maaf, keinginanmu tentang BTS yang terus terbang tinggi tanpamu tidak dapat terpenuhi. Mereka perlahan jatuh, karena mereka bukan grup yang sama jika tanpamu." Lelaki itu meletakkan bucket bunga yang dibawanya di sebuah gundukan tanah yang tertutup rumput halus. "Ini sudah satu tahun semenjak kepergianmu. Kau bilang ingin mendengar lagumu diputar di konser BTS, tapi kau tidak bisa bertahan dari kanker bodoh itu. Kau pergi bertepatan dengan debut anak didikmu. Itu ucapan selamat terburuk, kau tahu?" "Hyung, boleh aku memberitahu mereka? Mereka terlihat kacau dan kosong meski tetap menghibur penggemarnya seperti biasa. Kuharap kau tidak marah jika aku memberitahu mereka." "Aku akan kembali lagi nanti. Kim Taehyung, berbahagialah disana."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN