Dua Belas

548 Kata
Menjelang pernikahan Bastian, mama papa Sarah sudah ada di rumah. Mama dan papa Sarah lebih sering di Brussel mengurusi perusahaannya sementara bisnisnya Indonesia diserahkan pada orang kepercayaannya karena Bastian lebih memilih mengurusi usaha gabungannya bersama Gusti. "Sarah, sini duduk!" Papa menepuk sofa yang ia duduki. Sarah yang sedang bermain bersama Ayu segera duduk di samping papanya. "Kemarin Gusti minta izin papa untuk deketin kamu." Sarah sangat suka saat seperti ini, father-daughter talk. Ia baru merasakan keberadaan seorang ayah sekarang. Dulu mbok Nah juga seorang janda jadi Sarah tidak punya sosok ayah. "Papa bilang apa ke ka Gusti?" "Papa tidak melarang dia deketin kamu dan semuanya tergantung kamu cuma satu hal yang harus dia pegang yaitu tidak menyakiti kamu. Kamu sendiri gimana?" "Nggak gimana-gimana, Sarah jalanin aja let it flow aja." " Menurut kamu Gusti gimana?" "Ka Gusti baik" "Baik doang? Perasaan kamu ke dia?" "Belum ada perasaan apa-apa." "Papa tahu dulu kamu pernah berumah tangga, sudah hampir 3 tahun kamu single parent. Mungkin sudah saatnya kamu membuka hati kamu buat orang lain, lagi pula Ayu juga butuh figur ayah. Memang ada papa dan Bastian buat pengganti sosok ayah bagi Ayu tapi papa kan jarang di sini, Bastian juga sebentar lagi nikah dia bakal sibuk dengan rumah tangganya sendiri." Sarah merenungi kata-kata papa nya. Ada benarnya juga dia harus mulai membuka diri. ♡♡♡ Pernikahan Bastian dan Vivi menggunakan konsep family garden party, hanya keluarga besar dan teman dekat yang diundang dan dilaksanakan sore hari. Tiap orang menikmati acara bahkan anak-anak. Ada play ground buat anak-anak dan games buat anak dan dewasa, barbeque, afternoon tea dan musik yang mengalun indah. Menikah bukan hanya menyatukan dua insan tapi dua keluarga karrna itulah konsep ini yang dipilih agar kedua keluarga besar saling akrab. "Terima kasih atas kedatangan keluarga besar dan undangan, kami amat berbahagia selain karena pernikahan kami juga karena hadirnya kembali anggota keluarga kami yang terpisah 23 tahun yang lalu. Izinkan saya memperkenalkan adik saya Elvita atau Sarah yang merupakan kembaran dari Elvira." Bastian berucap di pelaminan. Bastian memberikan kode agar Sarah naik ke pelaminan. Semua orang menatap Sarah. Ada banyak awak media yang menunggu untuk konferensi pers. Bastian adalah mantan model yang kemudian jadi pengusaha sementara Vivi seorang News Anchor yang juga puteri seorang menteri. Berita pernikahan mereka dinanti banyak masyarakat. Video pernikahannya dan perkenalan Sarah juga ditayangkan. Keesokan harinya di kediaman Wisesa... "Sarah cantik banget ya" "Ternyata Sarah kembarannya non Elvira" "Nggak nyangka ya" Pembantu di kediaman keluarga Wisesa sedang menonton infotainmen. "Pagi-pagi sudah nonton TV, pantesan rumah sepi, ayo kerja!" Kedatangan Nyonya Wisesa di ruang makan pembantu mengagetkan semua. "Ini nyonya, Sarah ada di TV" Sebagian dari mereka menyingkir agar nyonya Wisesa dapat melihat layar TV. Jadi dia kembaran Elvira Nyonya Wisesa bergegas pergi menuju kamar Satria. "Satria, kamu sudah tau siapa Sarah sebenarnya?" "Sudah. Sebulan lalu." Satria menjawab dingin sambil merapikan dasinya. "Kok nggak ngasih tau mommy?" "Peduli apa mommy sama Sarah? Kata-kata mommy sudah amat menyakitkan buat Sarah. Sekarang mommy sudah tahu siapa Sarah sebenarnya, mommy nyesel?" "Nggak. Original sama kw tetep beda Satria." "Mommy stop it!" Satria menatap nyalang ibunya lalu berlalu menuju mobilnya langsung menuju kantor. Semenjak Satria mengetahui identitas Sarah sebenarnya dan ucapan menyakitkan nyonya Wisesa pada Sarah, Satria selalu berselisih dengan ibunya. Harga diri ibunya terlalu tinggi untuk meminta maaf.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN