48 : CINTA SEJATI

1078 Kata

ENTAH bagaimana Aini masih mencerna sebaris kalimat itu seperti dia berusaha memahami pelajaran hitungan. Hingga genggaman tangannya melonggar pada jemari Yusuf, masih tak ada jawaban berarti darinya. Hanya sebuah tarikan napas pelan, dan selesai. Aini sepenuhnya membisu. Tepat setelah ia memahami arti kalimat itu, paham jugalah ia atas alasan Yusuf menyuruh Wahyu ke luar. Sempurna, kini pandangan tak mengerti lah yang dilemparkan Aini kepada suaminya sendiri, disusul satu kata tanya: “Apa? Kamu ....” Aini tak bisa melanjutkan ucapannya sendiri. Ia terlalu syok dengan kenekatan Yusuf terhadap hal itu. Setelah mengetahui cerita suaminya dengan Marwan di Laksus, Aini heran mengapa Yusuf masih tetap nekat. Kini, benar saja, itu adalah satu hal yang dapat membuat Aini marah. Menanggapi pand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN