LAKSUS, Bandung, katanya. Aini tak kuat lagi menahan rindu. Malam itu juga ia berkemas, bersiap ke tempat yang katanya merupakan penjara militer itu. Saat mengetahui kabar yang dibawa Mang hansip adalah soal Yusuf, abi dan umi Aini berusaha membujuk Aini untuk mempertimbangkan keputusannya ini. Tepat, sudah malam. Dan apa kata tetangga kalau Aini pergi sendirian ke kota besar seperti Bandung? Oh, hilangkan dulu kata ‘tetangga’. Aini perlahan jadi bertanya juga pada dirinya sendiri, apa dia sungguhan siap bertemu Yusuf tanpa membawa anak-anak—paling tidak, perwakilan saja, hanya untuk membuktikan sentra dakwah mereka masih baik-baik saja? Di kamar lamanya, Aini tertunduk dalam, berpikir dua kali. Setelah membulatkan keputusan, ia mengangkat wajah kepada Mak Atih. Di sisi uminya, berd

