APRIL, 1979. Masih tanpa Yusuf. Satu bulan sudah Aini membohongi anak-anaknya. Satu bulan sudah, anak-anak yang masih kecil-kecil itu diyakinkan soal abinya yang belum pulang karena ada pelatihan mengajar di luar kota. Sudah pasti—memang Yusuf tidak ada di kota ini karena kota ini tak memiliki penjara militer. Itulah permasalahannya sekarang: dimana persisnya tempat itu. Pencarian Basri belum menemukan jawaban. Sementara itu pada Fifi, Ifa, Umam, dan Asep yang sudah mengerti alasan sesungguhnya dari penculikan Yusuf, terus menerus kepikiran abinya. Terutama Umam, sebagai orang pertama yang mengetahui kabar itu. Semakin ke sini dia menjadi rajin membaca buku islam ekstrimis. Bukan untuk menjadi sosok yang demikian, tetapi untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku teror yang mengatasnam

