BAB 15 — Gerbang Ketiga Tidak Pernah Ditutup

631 Kata
Langit seperti kertas terbakar. Dari setiap retakan, cahaya ungu mengalir—bukan cahaya harapan, melainkan… memori yang terbakar. Raka belum kembali. Tapi dunia mulai bergerak. --- Kael masih terpaku di reruntuhan, tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Namun yang membuatnya gemetar bukan rasa sakit — Melainkan suara. > “Kael...” “Gerbang Ketiga tak pernah benar-benar tertutup.” Ia menoleh. Di antara kabut, berdiri sosok tak dikenal. Berjubah kelabu, tubuhnya seperti memudar dari kenyataan. Namun suara itu… terlalu dalam. Terlalu kuno. Bukan manusia. Bukan sistem. > “Siapa kamu?” “Aku? Aku adalah yang disegel sebelum sistem itu ditulis.” “Aku bukan bagian dari Jalur Pertama, Kedua, atau Ketiga. Aku adalah Nol — fondasi yang kalian lupakan.” --- Di dalam dimensi retak... Raka berdiri di antara ruang. Tidak ada lantai. Tidak ada langit. Hanya aliran kenangan yang tercerai, menyelimuti tubuhnya seperti kabut. Tombak Arbiter masih tertancap di belakangnya, tapi cahaya ungu dari luka itu… kini menyatu. > [Sinkronisasi Jalur Ketiga: Stabil] [Memori Hilang: Terkunci. Pemulihan Parsial Dimungkinkan Melalui Fragmen.] Tiba-tiba, sebuah suara menyusup ke pikirannya — bukan sistem, bukan Arbiter. > “Raka… kau tidak sendiri.” Sosok bayangan muncul di depannya. Gadis muda. Mata tajam. Rambut pendek sebahu. > “Kau lupa aku, ya?” katanya pelan. “Tapi aku ingat kau. Aku bagian dari ingatan yang kau buang.” --- Raka ingin bicara, tapi suaranya tercekik. Ia… tak tahu siapa gadis itu. Tapi dadanya sesak. Air mata muncul tanpa tahu sebab. > “Namaku Nayra.” “Kau pernah berjanji akan melindungiku, bahkan kalau seluruh sistem menghapus kita.” > “Tapi kau… memilih kekuatan, dan mengorbankan kenangan.” --- Di dunia nyata... Kael perlahan bangkit. Sosok berjubah kelabu — entitas Nol — mulai membuka telapak tangannya. Di sana, terlihat simbol: > 🔃 Lambang tak terbaca. Tapi udara langsung menjerit. Langit terbelah. Sistem mulai panik. > [Peringatan Sistem Utama: Entitas Pra-Sistem Terdeteksi.] [ARBITER: Tidak Aktif.] [Jalur Ketiga: Tidak Terdeteksi.] [Realitas Bersifat Cair.] > “Saat kalian menciptakan sistem, kalian mengorbankan kami... para pendahulu.” “Kini waktunya dikembalikan. Bukan dengan perang. Tapi… dengan penarikan akar.” Kael mencabut senjata. “Kau akan menghancurkan dunia ini.” > “Tidak. Aku hanya akan mengambil apa yang bukan hak kalian dari awal.” --- Di dimensi memori... Raka berlutut. Fragmen yang disebut Nayra kini berdiri tepat di depannya. Di belakangnya, ratusan bayangan muncul. Anak-anak, remaja, orang tua. Semua adalah kenangan. Semua adalah keputusan yang ditinggalkan. > “Kalau kau ingin kembali,” kata Nayra, “kau harus memilih: ambil kami… atau biarkan kami tenggelam.” > [Sistem Memblokir Pemulihan Fragmen — Risiko Ketidakseimbangan Realitas: TINGGI.] Tapi Raka berdiri. Ia menatap tangannya, yang kini mulai memudar. Lalu ia tersenyum. > “Aku akan memeluk semuanya. Bahkan jika itu membunuhku.” > “Karena aku bukan hasil dari sistem. Aku adalah anak dari keputusan.” --- Dan saat ia memeluk Nayra, cahaya meledak. --- Di dunia nyata… Langit runtuh. Sistem reboot. Tapi dari dalam celah cahaya, sebuah langkah terdengar. Tap… tap… Seorang remaja muncul. Tubuhnya berdarah, tapi sorot matanya… tak bisa dibantah. > “Raka…” gumam Kael. Tapi sesuatu berbeda. Di belakang Raka... bayangan Arbiter membisu. Dan di sisi lainnya — sosok Nol tersenyum. > “Selamat datang kembali, Jalur Ketiga…” “...Tapi kamu bukan satu-satunya yang kembali.” Raka menoleh. Dari langit… jatuh satu sosok lagi. > Mata merah. Tubuhnya… mirip Raka. Tapi wajahnya… tidak mengandung rasa. > [ENTITAS BARU TERBENTUK] [IDENTITAS: RAKA KEDUA] [ASAL: Fragmen Yang Tidak Dipilih] --- Raka mundur satu langkah. Dunia mulai bergetar. > “Aku...?” “Tidak.” jawab sosok itu. “Aku adalah pilihan yang kau tolak. Dan sekarang, aku ingin hidup.” Lalu langit menggelap. Teriakan sistem menggema. > [‼️ KONFLIK IDENTITAS: JALUR KEEMPAT MEMBENTUK DIRI] --- To be continued.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN