bc

Gadis Indigo

book_age16+
9
IKUTI
1K
BACA
reincarnation/transmigration
brave
drama
bxg
genius
highschool
another world
like
intro-logo
Uraian

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang tiba-tiba memiliki kemampuan supranatural dan ia sering didatangi arwah-arwah gentayangan yang di kehidupan mereka setelah kematian masih belum tenang karena masih ada urusan di dunia yang belum selesai. Novel ini dibalut dengan kisah cinta dan juga kisah horor yang akan membawa kita terhanyut ke dalam cerita. Bisakah gadis semua makhluk gentayangan yang meminta tolong padanya? Ikuti terus kisahnya yaa ...

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal Mula
Tentang Gadis sendiri, sejak bayi hingga remaja Gadis tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya. Gadis tidak memiliki kemampuan supranatural atau semacamnya. Gadis tidak bisa melihat ataupun berkomunukasi dengan makhluk astral. Kemampuan supranatural Gadis ia dapatkan saat pertama kali masuk di Sekolah Menengah Atas. Saat itu adalah pertama kali Gadis masuk ke sekolahnya, untuk menjalankan Masa Orientasi Siswa atau MOS, dan saat itu ada kejadian aneh yang menimpa Gadis. Hari pertama MOS, kegiatannya adalah pengenalan dengan lingkungan sekolah. Saat itu Kakak kelas yang membimbing kelas Gadis mengajak semua siswa kelas Gadis berkeliling bangunan sekolah. Mereka mendatangi perpusatakan, ruang komputer, kantor guru dan yang terakhir adalah UKS. Namun saat mereka sampai di depan UKS dan kakak pembina sedang menjelaskan sesuatu, tiba-tiba Gadis merasa tidak enak badan. "Kak, maaf kepalaku pusing," ucap Gadis yang merasakan pusing dan mual, wajahnya berubah menjadi pucat dan ia terus memegangi kepalanya. Belum sampai Kakak kelasnya menjawab ucapannya, tiba-tiba Gadis ambruk dan tak sadarkan diri. Teman Gadis yang ada dibelakang Gadis dengan sigap segera menangkap tubuh Gadis yang akan tersungkur. Gadis yang pingsan secara mendadak membuat suasana menjadi riuh, semua teman-teman Gadis menjadi panik. "Gadis, kamu kenapa Gadis, bangun Gadis," ucap teman yang memegangi tubuh Gadis yang pingsan dipelukannya itu. "Kita bawa adik ini masuk ke dalam UKS, mungkin dia lagi sakit, kalian tidak perlu panik," ucap kakak pembina kelas itu mencoba menenangkan adik-adik kelasnya yang terlihat panik. Kakak pembina cowok langsung membopong tubuh Gadis dan membawa Gadis masuk kedalam UKS, ditemani oleh tiga teman Gadis. Beberapa teman menunggu Gadis di depan UKS dan empat orang menunggu Gadis di dalam UKS. Empat orang yang menunggu Gadis di dalam UKS itu terdiri dari tiga teman Gadis yaitu Mudita, Ratana dan Paramita serta satu kakak pembina yaitu Marcell. Mereka yang berada didalam ruangan UKS sibuk merawat Gadis. Ada yang memijit kepala Gadis, ada yang memijit ujung jari Gadis dan ada yang mendekatkan minyak kayu putih pada hidung Gadis, dengan tujuan agar Gadis segera sadar dari pingsannya. Wulan masuk kedalam UKS untuk melihat kondisi Gadis. "Yo gimana, butuh panggil dokter nggak?" Tanya Wulan yang juga mencemaskan kondisi Gadis. "Nggak perlu Lan, ini adalah sakit non medis," jawab Marcell membuat teman-teman Gadis melotot. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakak kelasnya itu. "Tapi nggakpapa kan, kamu bisa menghendel semuanya?" tanya Wulan kepada Marcell. "Aman Lan," balas Marcell sambil memijit kepala Gadis. "Em yaudah kalo gitu kamu disini aja ya temani Adik ini, aku yang akan melanjutkan kegiatan MOS untuk adik-adik yang lain," ucap Wulan kepada Marcell yang sedang sibuk merawat Gadis di dalam UKS. "Tapi kamu nggakpapa sendirian kan Lan?" tanya Marcell mencoba meyakinkan jika Wulam bisa menghendel semuanya sendiri. "Bisa, tenang aja, kamu urus Adik ini ya, sampai dia pulih dan sehat kembali," balas Wulan dengan senyuman. "Yaudah Lan, makasih ya," balas Marcell kepada Wulan. "Sip, Adik-adik kalian bantu Kak Marcell jagain teman kalian ya!" Ucap Wulan kepada ketiga adik kelasnya yaitu Mudita, Paramita dan Ratana. "Iya Kak," balas mereka bertiga serentak. Mereka yang berada diluar sangat riuh, mereka saling bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi pada Gadis yang pingsan secara mendadak itu. "Eh kira-kira Gadis kenapa ya?" ucap salah satu teman Gadis. "Nggak tau, tapi tadi pagi Gadis baik-baik aja kok," balas teman yang lain. "Apa mungkin dia belum sarapan?" sahut teman lainnya yang ikut mencemaskan kondisi Gadis. "Udah Kok, tadi aku lihat dia sarapan di kantin sama Mudita," jawab teman lainnya yang melihat Gadis dan Mudita saat sarapan di kantin. "Apa mungkin Gadis lagi sakit ya? Tapi kok bisa secepat itu, tadi saat di perpustakaan dia juga bercanda sama aku loh padahal, dan masih biasa aja tuh nggak ada yang aneh," ucap salah satu teman yang merasa aneh dengan apa yang dialami oleh Gadis. Akhirnya salah satu kakak pembina mengajak teman-teman Gadis yang sedang menunggu di luar UKS untuk melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda. "Adik-adik mohon maaf karena ada sedikit hambatan sehingga kegiatan kita menjadi tertunda , dan sekarang mari kita lanjutkan lagi kegiatan kita, Kak Marcell dan ketiga teman kalian biar menemani Gadis di UKS sampai dia sehat kembali. "Tapi Kak? Kenapa banyak sekali yang menunggu Gadis di UKS," ucap salah satu teman yang merasa curiga dengan apa yang terjadi pada Gadis, sepertinya ada yang sedang mereka sembunyikan. "Iya, biar kalau Kak Marcell butuh apa-apa banyak yang membantu," balas kakak kelas yang bernama Wulan itu dengan raut muka yang sulit untuk diartikan oleh mereka. "Baik Kak," balas teman Gadis yang penasaran sempat tadi. Akhirnya mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda. "Adik-adik mohon maaf karena ada sedikit hambatan sehingga kegiatan kita menjadi tertunda , dan sekarang mari kita lanjutkan lagi kegiatan kita, Kak Marcell dan ketiga teman kalian biar menemani Gadis di UKS sampai dia sehat kembali. "Tapi Kak? Kenapa banyak sekali yang menunggu Gadis di UKS," ucap salah satu teman yang merasa curiga dengan apa yang terjadi pada Gadis, sepertinya ada yang sedang mereka sembunyikan. "Iya, biar kalau Kak Marcell butuh apa-apa banyak yang membantu," balas kakak kelas yang bernama Wulan itu dengan raut muka yang sulit untuk diartikan oleh mereka. "Baik Kak," balas teman Gadis yang penasaran sempat tadi. Akhirnya Wulan mengajak adik kelas yang lain untuk melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda. Marcell kakak kelas yang ikut menunggu Gadis di dalam UKS itu sebenarnya memiliki kemampuan supranatural. Marcell mampu melihat makhluk tak kasat mata dan mampu berkomunikasi dengan mereka. Bedanya kemampuan supranatural yang Marcell miliki itu ia dapatkan sejak lahir, sehingga ia mampu mengendalikan. Sebelum kejadian Gadis pingsan, Marcell dapat melihat dengan jelas, jika sejak mereka berjalan dari perpustakaan Gadis selalu diikuti oleh cahaya putih yang berasal entah darimana itu, namun Marcell sengaja tak menceritakan kepada siapapun, agar suasana tak heboh. Namun, Marcell sudah memprediksi jika akan terjadi sesuatu pada Gadis, makanya dia sudah antisipasi. Ternyata apa yang dikhawatirkan oleh Marcell benar terjadi, tak lama setelah cahaya putih itu masuk kedalam tubuh Gadis, Gadis mengeluhkan sakit hingga akhirnya Gadis pingsan. "Dik, apakah temanmu ini memiliki kemampuan supranatural?" tanya Kakak kelas kepada ketiga teman Gadis yang sedang menunggu Gadis. "Kita nggak tau Kak, soalnya kita baru kenal Gadis dua hari yang lalu setelah bersekolah disini," balas salah satu teman Gadis yang memang benar-benar tidak tau karena mereka baru mengenal Gadis beberapa hari yang lalu. Di UKS itu mereka semua mencemaskan keadaan Gadis yang belum juga sadar dari pingsannya. "Dik tolong kamu buka sepatu sama kaos kakinya ya," ucap Marcell kepada Mudita sambil mengelus telapak tangan Gadis agar menghangat. Telapak tangan Gadis terasa sangat dingin, wajahnya juga terlihat sangat pucat. Mudita langsung menjalankan perintah dari kakak kelasnya itu. Setelah sepatu dan kaos kaki Gadis dibuka oleh Mudita, Marcell segera menuangkan minyak kayu putih pada telapak tangannya dan mengoleskannya pada kaki Gadis yang belum juga sadar. Melihat kepedulian kakak kelasnya yang sangat tampan itu kepada Gadis, membuat Mudita, Ratana dan Paramita iri, mereka bertiga ingin berada di posisi Gadis, yang diperhatikan dan dirawat oleh Marcell, kakak kelas yang menjadi idola. "Dek kalian ada yang sudah tau dapur sekolah belum?" Tanya Marcell kepada mereka bertiga. "Belum Kak," balas Mudita, Ratana dan Paramita bersamaan, mereka memang belum mengetahui keseluruhan bangunan sekolah ini. "Yaudah kalian tunggu disini ya, jaga teman kalian baik-baik, Kakak akan mengambilkan teh panas untuk Gadis," ucap Marcell yang segera memakai sepatu lalu pergi meningalkan mereka berempat di UKS. Mudita, Ratana dan Paramita saling berpandangan satu sama lain. "Yaampun beruntung banget ya Gadis, dapat perhatian penuh dari Kak Marcell, aku jadi iri deh," ucap Mudita yang sedang mengoleskan minyak kayu putih di tangannya dan mendekatkannya dengan hidung Gadis sambil sesekali memijit pelipis gadis. "Iya, aku denger-denger Kak Marcell itu Kakak kelas yang paling tampan di sekolah ini loh, yang menjadi idola dari kelas satu sampai kelas tiga, karena selain tampan Kak Marcell juga berbakat, dia ikut ekstrakurikuler basket, musik sama jadi ketua osis juga, ihh keren banget deh, kalo aku jadi pacarnya pasti aku seneng banget," ucap Paramita yang sedang memijit ujung jari Gadis. "Idih ngarep banget sih lo, tapi emang sih aku lihat-lihat selama beberapa hari masuk di sekolah ini emang Kak Marcell yang paling tampan, walaupun disekolah ini banyak cowok yang good looking juga sih, tapi bagiku Kak Marcell yang paling Wow ," Sahut Ratana yang sedang memijit telapak kaki Gadis yang sudah mulai menghangat. "Tapi ya menurut penglihatan aku, Kak Marcell tuh kayaknya suka deh sama Gadis, kalian sadar nggak, sejak pertama Kak Marcel menjadi pembimbing kelas kita, dia selalu memandangi Gadis, walaupun Gadis tak menyadarinya," ucap Mudita dengan ekpresi wajah meyakinkan. "Ya wajar sih kalo Kak Marcell jatuh hati sama Gadis, dia kan cantik, baik, lembut, sempurna deh pokoknya, ya coco, sangat serasi," imbuh Paramita yang juga ngefans dengan kecantikan dan kebaikan Gadis. "Lihat aja tadi saat Gadis pingsan, Kak Marcell sigap banget kan, apalagi saat merawat Gadis barusan, udah kelihatan banget kalo dia suka sama Gadis, tapi ngomong-ngomong Gadis suka juga nggak ya sama Kak Marcell?" Ucap Ratana yang di respon oleh kedua temannya. "Ya pasti suka juga lah, cewek mana sih yang bisa nolak kalo dicintai sama Kak Marcell, nggak ada cewek yang nggak suka sama Kak Marcell, lihat aja pesonanya cool banget, perfect deh pokoknya," jawab Mudita sambil membayangkan sesuatu. "Iya kamu bener Ta, kalo misalnya Gadis nggak mau,Kak Marcellnya mending buat aku ajalah" imbuh Paramita yang diiringi kekehan teman-temannya lirih. "idihh, halu kamu ya, Aku nggak ikhlas kalo Kak Marcell sama kamu , mending sama aku aja," canda Mudita yang membuat Paramita murung. "Udah udah, nggak usah pada berantem, kalo Gadis nggak mau sama Kak Marcell pasti Kak Marcell milihnya aku bukan kalian berdua," ucap Ratana terkekeh. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar UKS. "Eh sttt stt," ucap Mudita sambil meletakkan jarinya ke depan bibirnya. Ternyata Marcell sudah kembali dengan membawa satu gelas teh panas ditangannya. Perhatian Marcell kepada Gadis itu membuat ketiga teman Gadis meleleh. "Dek tolong taruh di meja ya," ucap Marcell sambil menyodorkan teh panas ke Ratana karena ia akan melepas sepatunya. Ratana segera mengambilnya lalu meletakkan segelas teh panas itu di meja. "Gimana Dik, sejak Kakak keluar tadi apa Gadis belum sadar juga?" tanya Marcell yang masih mencemaskan kondisi Gadis. "Belum Kak," jawab mereka bertiga lirih. "Oh yaudah kalian terus pijit ujung jari dan telapak kaki Gadis ya sama kasih minyak kayu putih juga," ucap Kak Marcell lembut. "Iya Kak," jawab ketiga teman Gadis yang masih terus memijit gadis di area yang sudah diberitahukan oleh Kak Marcell. Kak Marcell mengurut dahi Gadis, mulai dari tengah alis ditarik keatas. Kak Marcell juga terlihat sambil mengucapkan sesuatu namun mereka tak dapat mendengarnya, karena memang sangat lirih sehingga tak dapat didengar oleh mereka. Tiba-tiba Gadis menangis histeris, membuat ketiga teman Gadis mundur satu langkah dari posisi semula karena ketakutan. Namun Kak Marcell tetap bergeming, dia masih tetap berada di samping Gadis sambil terus memijat telapak tangan Gadis.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook