Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu masih dalam kondisi dekat tanpa halangan atau sekat diantara mereka. Jazlyn terus menatap tajam ke arah Arsen yang masih bingung dengan arti tatapan itu. Tiba-tiba saja, Jazlyn tersenyum menyungging, seolah-olah meremehkan Arsen. Pria itu pun semakin mengeratkan tubuhnya dengan tubuh gadis tersebut. “Jangan menguji kesabaranku,” ancamnya dengan nada sedikit b*******h. Mungkin ini yang dirasakan oleh Aldrich terhadap Jazlyn. Yaitu gelora gairah yang terus merusak akal sehatnya. Pantas saja, Aldrich begitu ingin gadis itu menjadi ratunya. “Kau tahu... dia meronta-ronta.” Jazlyn mengepalkan tangan kuat. Para iblis pria memang sangat gila. Otak m***m yang mendarah daging itu seharusnya di beri virus biar mati agar tak berfungsi lagi. “Apakah kau in

