Suara pintu yang tiba-tiba terbuka kasar, membuat Elang yang sebelumnya sibuk di depan layar laptopnya. Seketika mengangkat kepala. Sebelum kemudian mengela napas, usai mendapati sosok Cinthya di ambang pintu tengah bersedekap tangan. "Maaf Pak Elang. Saya sudah minta Nona Cinthya menunggu selagi saya memberitahukan kedatangannya pada Anda. Tapi, belum sempat saya lakukan, Nona Cinthya sudah lebih dulu menerobos masuk." Lapor sekertarisnya dengan wajah bersalah. Tak ingin menimbulkan keributan, Elang mengangguk, "tidak apa-apa, kamu bisa kembali ke mejamu." Ucapnya dengan tenang. Membuat sekertarisnya mengangguk patuh. Bersitatap sekilas dengan Cinthya yang mendelik sebal. Sebelum kemudian berderap keluar. Tak mau berlama-lama karena takut diterkam pacar Bosnya yang menyebalkan. Kadang

