"Nggak masalah kan, makan di sini?" Pertanyaan yang Alexa lontarkan membuat Elang meletakkan atensi pada gadis itu. Menghentikan sejenak aktivitasnya yang sejak tadi memerhatikan sekeliling. Menggelengkan kepala, Elang mengendurkan dasi saat udara kian terasa pengap. Membuat peluh memenuhi kening serta leher. Meski begitu, ia coba tahan semua dan berusaha tampak nyaman agar Alexa tak merasa tak enak hati karena sudah mengajaknya makan siang di tempat ini. "Nggak kok, Al. Santai aja." Merekahkan senyuman, Alexa merasa lega. Dia awalnya khawatir, jika Elang keberatan diajak makan siang disebuah warung mie ayam yang bertendakan terpal. Meski begitu, rasanya enak dan selalu ramai dipadati pembeli. Beruntung, mereka masih kebagian tempat duduk. "Mau pesan apa?" "Kita mau makan mie ayam kan

