Pacaran

1507 Kata

Lama kami terdiam sampai akhirnya Alex menghembuskan napas panjang. Alex kembali merengkuh pinggangku. Kali ini ia membuang pandangan ke arah lain. “Saya suka sama kamu,” ujarnya cepat. Melebihi kecepatan cahaya. Wajah Alex memerah sampai ke telinga. Lirikan matanya pun terlihat malu-malu. Aku suka Alex yang pemalu seperti ini. Sangat menggemaskan sampai-sampai aku ingin mencubitnya. “Apa? Saya tidak dengar jelas. Bisa diulang?” Alex memutar bola mata lalu menurunkan aku dari pangkuannya. Aku ingin mendengar sekali lagi dan berharap ini bukan mimpi.  “Sa-saya… suka sama kamu.”  Rasa bahagia membuat aku tanpa sadar mencium pipi kiri Alex. Ia terkejut atas perlakuanku. Ini pertama kalinya aku mencium Alex lebih dulu. Sebuah pengakuan yang selama ini aku tunggu-tunggu akhirnya terucap.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN