Pagi ini,Aira sudah bersiap berangkat ke sekolah.Dia mematutkan diri di depan cermin."Sragam sekolah,cek Eh,ini hari apa ya?"Aira berjalan mendekati kalender meja.Ia memastikan tanggal dan hari yang benar.jangan sampai dia salah memakai seragam.kan memalukan.
kaos kaki dan sepatu sudah terpasang dengan rapi.Sambil di suapin ibunya,Aira mengecek ulang jadwal dan buku yang wajib di bawa.
"semua sudah siap buk."sragam,sepatu,jilbab,dan gesper kepala carabiner,sudah melekat di tubuh Aira.Ia menymbar jaket yang tergantung di belakang pintu kamarnya.Menggendong tas jester Nort face kesayangannya,Aira melangkahkan kaki,hendak pamit le ibunya.
"bu,Aira udah siap.Berangkat dulu ya.Assalamualaikum"
"Aira lekas naik.Ini hari Senin.kalau kamu masih nungguin bis yang lewat,Bapak pastikan kamu akan terlambat "Suara Pak Rudi menawarkan tumpangan.
"he..he..iya pak"jawab lirih Aira sambil naik motor
Sepanjang perjalanan,pak Rudi tak henti hentinya memberi banyak wejangan pada Aira.
"Jadi anak perempuan itu,jangan terlalu tomboy.lihat atribut kamu.ga ada cantik cantiknya.anak perempuan itu mbok yang luwes,ayu.Apalagi kamu.lihat gesper kamu,mau sekolah atau panjat gunung?kalau kamu kalem,yakin deh yang mau jadi pacar kamu itu banyak.lagi pula,wajah kamu itu ga ada tampang urakan."pak Rudi masih meneruskan nasehatnya.sementara Aira asyik dengan bantahan di hatinya.
Pak Rudi bener bener yak.ngomongnya ga ada obat.Lagian siapa sih yang niat cari pacar.aturan ga punya pacar itu,harusnya di kasih jempol.apa saĺahnya coba kalau pakai gesper begini.gue kan ga bakal tawuran juga.Apa tadi?tampang?emang kalau tampang putri ayu,harus yang gemulai gitu.gue harus gemulai?gue cuma bisa gemulai kalau ga makan "
"Dah nyampai Ra.kamu mau turun di sini apa di dalem gerbang?"pak Rudi berhasil mengusik ocehan hati Aira.
"sini aja pak.makasih pak"
"Tumben Ra,datang pagi.ampe lupa nyukur kumis.sini aku cukurin kumis kamu.Sapa Dova yang tengah duduk duduk di depan kelas.Depan kelas memang terdapat bangku panjang yang terbuat dari cor an.Tempat duduk itu bisa di muati 6 orang.
"hay,..sister aku yang tambah cantik aja tiap hari. naik jet ya,kok bisa datang sepagi ini."Romi menimpalinya dengan candaan gombalnya.
Aira mengerucutkan bibirnya,lalu di tarik kekanan dan kiri."hello! my little boy yang cute dan imut.hari ini,kamu orang ke 10 yang bilang aku cantik.its my destiny.
Jam pelajaran pertama sudah di mulai.para sisiwa sudah siap dengan tugas rumahnya.
"Sintia,silakan maju kedepan.bacakan tugas presentasi kamu"Bu Murti,guru bahasa Indonesia memanggil Sintia.
Sintia yang dari awal masuk sudah menundukan kepala,menelungkup di atas meja.Dia tergagap dan terlihat bingung.teman sebelahnya mengintruksikan ulang perintah bu Murti sambil berbisik.
"oh..he,iya..iya"Sintia menanggapi sambil bergumam.
Sintia maju kedepan,membacakan presentasi seperti kumur kumur.Bu Murti mengernyitkan dahinya.
"silakan duduk mba.sepertinya kamu kurang sehat.Kamu bisa izin ke UKS"
"Ti..dak..bu"Sintia masih bisa menjawab meskipun dengan gumaman.ia kembali menelungkupkan kepalanya.
Pelajaran bu Murti telah selesai.Sambil menunggu pertukaran guru,Hardan memposisikan tubuhnya menghadap Aira di belakangnya.
"Ai,dia teman akrab kamu dari SMP?"Hardhan bicara sambil melihat ke arah Sintia.
"Nggalah..aku kenal juga di kelas ini.Emang kenapa?"Aira balik bertanya.
"Kukira temen SMP.Kalian dari awal masuk keliatan akrab banget."Hardhan menyampaikan pendapatnya.
"Tuh cewe ga bener Ai."Hardhan
"ga bener kenapa?"Aira
"Liat! tuh anak teler"Hardhan menimpali.
"katanya dia pusing doang"Aira membantah pendapat hardhan.
"Aira,..aku bisa tau,mana pusing mana teler. hal begitu sudah sering aku temuin.lingkungan tongkrongan aku yang dulu juga gitu.Pokoknya kamu harus jauhin Sintia kalau ga mau jadi rusak."Hardhan selesai dengan kalimatnya bertepatan dengan pak Doni memasuki kelas.