Aira sedang mengemas semua perlengkapan yang wajib di bawa.semua barang barang harus di lapisi plastik anti air satu persatu.seharusnya Aira meyiapkan sleeping bag,tenda,peralatan masak dan logistik lainnya.Tapi berhubung Pengukuhan di adakan di sekolah,jadi Aira hanya menyiapkan baju ganti,senter, dan makanan.Karna untuk peralatan yang lain sudah di sediakan oleh pihak sekolah.
Setelah upacara pembukaan dan sambutan dari pembimbing kegiatan serta pembacaan susunan acara sampai besok.sekarang Para peserta sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke bukit yang agak jauh dari sekolah.Jarak yang di tempuh berkisar 8km.
mereka menaiki mobil milik Arza salah seorang senior pencinta Alam yang duduk di kelas XII.O ya,Arza adalah mantan ketua OSIS tahun sebelumnya.
Setelah sampai tujuan,peserta harus menggendong tas masing masing.Bisa di bayangkan,barang seberat 7/8 kg harus menempel di punggung saat perjalanan menanjak.
mantab...
"Aira,jaket kamu tolong di masukkan ke tas."seru oktara.
"Tas aku udah ga muat kak.pikirku jaket langsung di pakai,tapi sekarang masih sore.dan itu panas banget"Jelas Aira pada Oktara
Pasalnya, jaket yang di bawa Aira adalah jaket model musim dingin.berbahan wool tebal dan potongan Turttle neck.Aira sengaja membawa jaket model yang tebal.karna dia pikir,di sekolah tidak ada kasur.Dengan jaket yang tebal,setidaknya bisa menyamankan saat tidur nanti.pikir Aira.
"sini,jaketnya aku yang bawa"Oktara menawarkan bantuannya.
"modus!modus!"
suara teman teman Oktara menyoraki.
"masih wangi ini,jaket baru ya Ra?"
Oktara tidak menghiraukan ledekan temanya.
Awalnya,Oktara hanya mengikat jaket Aira ke perutnya.Tapi karna sayang.khawatir jaketnya kotor,akhirnya Oktara memakai jaket itu.
"Gimana,aku tambah ganteng kan?"Oktara menoleh, meminta pendapat ke rombongan yang di pimpinnya.
Jaket putih berlengan cokalat itu,nyatanya bisa membingkai Oktara menjadi berkali lipat bersinar.Kulitnya yang putih,hidung yang mancung dan kombinasi bibir yang tidak sepenuhnya merah.karna sudah berkenalan dengan gulungan tembakau.Rambut yang agak gondrong karna belum bercukur,nyatanya malah menimbulkan bisik bisik antara anggota."Bisa di bayangkan,gimana kalau Meira ngelihat tampilan Oktara sekarang?"
Dan Aira hanya bisa mendengus.karna pastinya,jaketnya akan bau.ya,bau Oktara.
Setelah 10 menit perjalanan menanjak,akhirnya peserta menemukan sungai yang agak dalam.Mereka di suruh berendam ke dalam sungai bersama tas masing masing.Hal ini dilakukan agar memberi pelajaran,bahwa nanti saat kita bertualang di alam hal ini bisa terjadi.dan kalau kita tidak memperhatikan poin poin dengan benar,kita sendiri yang akan rugi.peralatan dan logistik akan basah.
Tepat 2 menit sebelum aira memasukkan tasnya ke Air,Oktara sang senior menghampirinya Aira.
"sini,tasnya kasih ke aku"
Aira berfikir sejenak..
"nanti di marahin ama Alumni"
"Ngga,untuk post yang ini kami kelas XI yang bertanggung jawab.nanti di post berikutnya baru di handle kelas XII dan dua post terakhir baru ketemu alumni."Oktara langsung mengambil tas Aira dari gendongannya.
"Vebra!..Aku dah siap muncak nih!"oktara sudah menggendong tas Aira.
"Porter gratis ga neeh..jangan jangan,ada udang balik bakwan"celetuk Vebra.
Dan oktara kembali naik ke pinggir sungai sesudah menoyor kepala Vebra.
kasak kusuk mulai terdengar.Para pesreta lain melihat interaksi Oktara dan Aira,mulai berspelulasi.
"Aira parah,siapa aja di embat"
celetuk salah satu dari mereka.
"Mau ternak buaya kali!"
Sahut yang lain.
setelah Acara berendam tadi,sekarang para peserta sudah basah kuyup.Aira menghampiri Oktara untuk meminta kembali tas nya.Dia tadi sudah mendengar kasak kusuk peserta yang lain.tapi ia terpaksa munutup pendengarannya.
"kak Oktara,Makasih.Mana tas aku"
"Ternyata tas kamu berat juga ya Ra"Oktara menimpali tanpa melepas tas dari punggungnya.
"iya berat.siniin"pinta Aira lagi.
"post berikutnya lebih nanjak lagi.Tas kamu biar aku yang bawa.lagian baju kamu basah begitu.mesti tambah berat"jelas oktara.
"kak,..aku ngga enak ama yang lainnya.mereka gendong tas masing masing lho"Aira masih mencoba meminta tas nya.
"Abaikan!"jawab Oktara sambil maju memimpin rombongan di depan.meninggalkan Aira di belakang