kepala suku

993 Kata
setelah berbasah basah dan berendam,para rombongan melanjutkan ke post berikutnya. materi yang di ajarkan berkisar tentang pertahanan darurat di alam bebas.Biasa di sebut bivak survival. materi di sampaikan dengan lisan,sementara para peserta harus mencatat di buku kecil mereka.di harapkan dengan mencatat,mereka bisa lebih mengingat. Garis besar materinya adalah,bagaimana membangun hunian sementara di alam bebas dengan bahan bahan yang tersedia di alam. syarat pembangunan Bivak juga merupakan point yang tidak bisa di sepelakan. "Baik,saya rasa materi singkat tadi sudah bisa di pahami ya.silahkan masing masing kelompok membangun bivak seperti uraian tadi."kata Bang Rendra mengakhiri uraiannya. "ok,masing masing silahkan berlindung ke bivak yang sudah di bangun.Saya akan menguji memori kalian dan kekuatan bivak nya"Intruksi cukup jelas dari Bang Rendra yang segera di laksanakan oleh peserta. sambil berjalan, Bang Rendra mulai mengecek satu persatu dan siap mengoreksi kesalahan peserta. "ini mana paritnya?"teguran pertama untuk kelompok satu. "kenapa kecil sekali,kira kira muat ga untuk satu kelompok?dan ini simpul apa,sekali tarik rubuh semuanya"koreksi Rendra lagi. "Wah...intinya,kalian sudah kecapekan.ga mungkin kan daya tangkap kalian yang ga mumpuni. Biarpun hanya sementara,pembuatan bivak tidak boleh asal asalan. Parit harus di pastikan ada.gunanya untuk menyalurkan air hujan agar tidak masuk ke bivak. tidak boleh terlalu dekat dengan aliran air.potensi adanya banjir dadakan bisa saja terjadi. harus ada persiapan terhadap ancaman binatang buas.sehingga,tidak menutup kemungkinan kita bisa membangunya secara tergantung.makanya,besok kalian belajar tali temali lagi. jangan hanya mengandalkan tenda instan.karna,disaat kita sudah di alam bebas,segala kemungkinan bisa terjadi.Bahaya bisa menghampri dari arah mana saja.Dengan berakhirnya materi ini,kita tutup sesi ini dengan Doa masing masing ya.Biar ga ada jurig yang ngikut pulang. Dibawah mobil mobil jemputan telah menanti"Tutup Rendra. Para peserta telah sampai ke sekolah,bertepatan dengan azan Maghrib.Setelah kegiatan nanjak tadi.yang tidak seberapa jika di bandingkan dengan capeknya muncak yang sebenarnya.para perserta di berikan waktu bebas untuk isoma.(istirahat,sholat,makan.Bukan isolasi mandiri lho ya) Waktu istirahat sampai jam 8 malam.setelah itu,dilanjut dengan perkenalan.baik lintas kelas ataupun perkenalan dengan para Alumni yang masih bersedia hadir untuk berbagi ilmu. Acara perkenalan hanya berlangsung 1 jam.Para peserta sudah boleh istirahat.peserta perempuan menempati kelas bagian atas,di sayap kanan.dan peserta laki laki menempati kelas bawah depan kantor kepala sekolah.sementara kelas XI,XII dan para Alumni menempati sayap kiri bawah. "Aira mah tadi enak banget,sepanjang jalan jester nya di bawain Oktara."salah seorang memulai obrolan. "Dia mah ga mikir ada kita,teman sekelas Meira.Perempuan tapi ga bisa ngertiin perasan perempuan lain."timpal yang lainnya. Aira masih merenungi kesalahan apa yang telah di perbuatnya.Dia yang tidak biasa menyimpan ganjalan hati.akhirnya mencoba memberikan penjelasan. "Kan kalian lihat sendiri.Tadi Oktara yang menawarkan bantuan.baik bawain jaket ataupun tas.Aku ngga bujukin dia lho.kalian jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan dong..emang apa hubungan dengan Meira.Catat ya!! Aku ga pernah goda godain Oktara.dan asal kalian tau.Oktara mau bantuin aku,bukan berarti dia ada rasa.mungkin kalian sudah lihat,dari awal masuk,Oktara sudah jahilin aku.tapi bukan berarti dia ataupun aku ada rasa. Pertemanan laki dan perempuan ga harus soal cinta cinta an."Sambil mencari posisi ternyaman,Aira mengakhiri kuliah instannya. Dor!..Dor!Dor!! Baru akan menembus dunia mimpi yang indah,para peserta sudah di ganggu oleh bunyi gedoran pintu. "kalian cepat kumpul kebawah.60 detik dari sekarang"Bang Rendra sendiri yang mengintruksikan. saat teman temannya sudah bergegas lari kebawah,nyatanya Aira baru selesai menutup resleting tas nya.Aira baru akan menggendong tasnya,saat teguran Rendra mengentikannya. "kamu ngapain.teman teman kamu sudah kebawah semua!" "saya merapikan tas bang.dan hitungan abang belum genap 60."jawab Aira "saya ga nyuruh kamu bawa tas.saya cuma nyuruh turun kebawah.taroh lagi tasnya."Rendra menegaskan kembali instruksinya. Setelah berkumpul di lapangan upacara,para peserta sudah di hadapkan dengan muka muka masam dari para Alumni. "Kalian itu bagaimana?saat kita di alam bebas,nyawa kita itu seperti berada di tas dan logistik kita.anggaplah seruan kami tadi itu,situasi darurat di alam bebas.mungkin badai,serangan binatang buas,bencana alam yang tiba tiba terjadi, ataupun keadaan darurat lainnya.ingat saat di Alam bebas,kita tidak bisa ceroboh dan abai dengan poin poin keselamatan.Saya berikan waktu 3 menit.kalian harus sudah kembali ke lapangan ini dengan tas dan logistik kalian.tidak boleh ada yang tertinggal.3 menit dari sekarang.Go!!kata Devan,salah satu alumni yang lain. baru saja, peserta kembali dengan logistik masing masing.Tiba tiba terdengar kegaduhan dari sayap kiri bangunan sekolah.Di dalam kelas sedang terjadi adu bacot.Prang..terdengan suara botol pecah.Bruk!! suara bangku yang di banting. "Ada apa ini, kalian dari tadi mendengan kegaduhan itu kan?"suara Rendra memecah di malam yang sunyi. Tiba tiba terdengar kalimat kalimat umpatan dari kedua kubu.Mereka sudah ikut bergabung ke lapangan.Ternyata ada perseteruan antara kelas XI dan XII. mereka masih terus dorong dorongan dan berbalas umpatan.Sampai menyinggung soal pembubaran organisasi pecinta alam di sekolah ini.Dasarnya Aira,yang tidak suka di intimidasi.Akhirnya dia meneriaki para senior. "sudah diam!! DIAM!! Kalian itu siapa?? saya tidak peduli seandainya kalian mau gebug gebugkan.saya rasa,kalian lebih dewasa dari pada saya.Tapi,apa tidak bisa di temukan titik temu dengan obrolan yang santai.Dari tadi,saya sudah kenyang mendengar umpatan umpatan kalian.seluruh kebun binatang keluar semua. kita tidak bisa serta merta membubarkan organisasi ini.ingat,bukan kita inisiatornya.para inisiator telah lulus dari sekolah ini.setau mereka,ada organisasi pecinta alam di sekolah ini. Apa kita mau menjadi sejarah yang terkenang dengan kejelekannya?ketidak becusannya? club pecinta alam sma ini runtuh di tahun sekian.dengan pemimpin ini dan ini.saya tidak mau ambil bagian dari rencana kalian " Prank...!!! Satu kata terucap dari Rendra.diikuti dengan tepuk tangan. plok..plok..plok.. Para senior yang tadi beringas dan garang sudah tidak ada lagi.Diwajah wajah mereka hanya menampakkan senyum dan tawa.umpan mereka berhasi menjerat target. walaupun mereka tidak mengira.kalau yang bakalan speak up adalah Aira. Rendra menghampiri Aira sambil mengacungkan jempol. "Good job dek,ini siapa namanya?" "Aira, bang" sebentar,aku closing dulu.nanti ngobrol lagi. Oke,drama kita tadi tujuannya untuk mencari kepala suku istilahnya ya.Jadi siapa yang berani menegur kalian saat nanti ada perselisihan.maaf untuk omelan omelan yang kurang berkenan.dan untuk bunyi pyar brag brug tadi,kita udah dapet ijin lingkungan kok.kalau ngga,mesti pasukan koramil depan itu sudah menyergap kesini. acara selanjutnya evaluasi aja ya.tanggung kalau mau tidur lagi.sudah jam 3 ini.silahkan para peserta yang terdzolimi bisa keluarin kritik dan unek uneknya.yang enak ya,biar ga Eneg.Lanjut Rendra mencoba mencairkan suasana. "Rasyid!! Catet ya,kandidatku ini.untuk pemilihan kepala suku nanti.siapa tadi namanya?"sambung Rendra sambil mengarahkan telunjuknya ke Aira
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN