50

1026 Kata

"Mas, aku minta maaf." Langkah Lanang terhenti saat ia hendak pulang setelah mengantar Nuning dari tempat praktiknya, Nuning kurang sehat dan sudah dua hari ini Lanang mengantar juga menjemput Nuning. "Minta maaf apa?" Lanang berjalan mendekat ke arah pintu unit Nuning. "Aku yakin hubungan Mas sama ibu jadi tidak enak, aku terpaksa mengatakan apa yang ada di pikiranku karena aku pikir kan nantinya Mas kepala rumah tangganya, ya aku harus iku apa kata Mas Lanang, lagi pula entah kenapa aku ingin jika setelah menikah nanti aku hidup bersama suami dan anak-anakku, aku kan manja, apa-apa selalu saja tergantung sama seseorang, tak ada salahnya kan aku mencoba hidup hanya dengan suami dan anak-anakku? Misal bingung ya biar bingung sama suami saja, lagi pula maaf Mas, ibunya Mas terlalu ngatur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN