49

1235 Kata

"Naaah gak ada apa-apa kan? Kita jadi tahu calon anak kita perkembangan kesehatannya kayak apa, dan kesehatan kamu juga Dik jadi terpantau semuanya, tadi juga pas ke psikolog enak kaaan? Tenang wes Saiki?" Silvi mengangguk, ia kembali berbaring di kamar yang nyaman di rumahnya. "Iya, aku hanya khawatir saja Mas, namanya baru kejadian ya gak mudah dilupakan, apalagi kejadian buruk ya terus menghantui Mas." Rafli mencium kening istrinya. "Aku ke kantor dulu ya? Bentar lagi Mbak Neta ke sini." "Loh, gak ngantor ta dia?" "Mas Abdi yang nyuruh Mbak Neta ke sini, biar kamu nggak sendirian, biar nggak bosan dan yang pasti biar Mbak Neta ada teman curhat, lagian loh sekarang sudah istirahat siang, aku ini yang Alhamdulillah dapat ijin dari Pak Gunawan buat seharian ngantar kamu, malah tadi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN