Rafli sangat merasa bersalah melihat wajah Silvi yang terlihat lelah. Dirinya memang segar setelahnya tapi Silvi malah terlihat pucat. Rafli menyesal mengikuti saran Abdi. Ia segera beranjak ke dapur, menjelang air dan menyiapkan teh madu agar Silvi lebih segar. "Sayaaang bangun dulu yuk." "Hmmmm." Silvi bergerak pelan, membuka matanya melihat Rafli yang membawa nampan dan meletakkan di meja kecil dekat tempat tidurnya. "Apa ini Mas?" "Teh madu, biar agak segaran, kamu kayak lemas gitu." "Mas Rafli sih terlalu semangat, gak tahu musuhnya lagi gak konsen, tapi gak papa yang penting Mas sudah lebih segar." Rafli terkekeh, ia ambil gelas yang berisi teh madu hangat dan menyodorkan pada Silvi. Perlahan Silvi duduk, bersandar pada kepala ranjang dan meraih gelas dari tangan Rafli. Lalu m

