47

1041 Kata

"Aduuuh Ibu sampe masuk kamar saya, saya tidak apa-apa loh Bu, ini juga karena Mas Rafli masih nggak mau saya capek." Redanti duduk di kasur dan segera membantu Silvi yang hendak duduk. "Kamu nggak usah kepikiran butik, sudah ada yang bantu aku meski ya nggak se perfect kamu, nggak usah sok sehat, kamu masih ketakutan kan kalo dengan suara keras di luar, atau tengah malam tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, makanya ke psikolog, aku antar yuk." Silvi berusaha tersenyum, ia menatap wajah kakak ipar sekaligus bosnya yang terlihat khawatir. "Pasti Mas Rafli ini yang membesar-besarkan, namanya baru kejadian ya pasti lah masih ingat terus, saya yakin nanti juga hilang Bu dengan sendirinya." "Kalo nggak gimana?" "In shaa Allah Ibu." "Kamu jangan bikin aku khawatir, kita sama-sama hamil, kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN