Silvi melangkah pelan menuju kamarnya, setelah lima hari di rumah sakit dan dirasa sudah pulih tenaganya, ia segera kembali, rasa tak enak pada Redanti membuatnya ingin segera mengerjakan tugasnya di butik. "Besok jangan masuk dulu loh, Dik, biar istirahat di rumah saja, Minggu depan baru ngantor biar aku bilang kakak." Silvi menghentikan langkahnya, ia menoleh, mendongak menatap mata suaminya. "Nggak Mas, aku nggak enak pada ibu Re, aku terlalu lama nggak masuk, aku tahu sibuknya butik kayak apa, dan aku semua yang pegang apa aja yang harus dikerjakan ibu Re." Rafli menggeleng dengan keras, ia tidak mau tahu, kesehatan istrinya lebih penting dari pekerjaan di butik kakaknya bahkan seandainya bisa lebih baik Silvi berhenti dari tempat kerjanya. "Biar aku yang bilang ke kakak." "Aku t

