"Semoga kita bisa bernapas lega untuk lebih lama, anak buah Burhan telah diciduk semuanya oleh aparat, mereka akhirnya tak tahan juga setelah diinterogasi berjam-jam, memberi tahu semua jaringan dan siapa saja yang masih tersisa, entah bagaimana interogasinya kok ya akhirnya nyerah juga, tadi Mas Abdi cerita semuanya Dik." Silvi yang masih terlihat lemah hanya bisa berucap Alhamdulillah berkali-kali. "Kapan Pak Abdi ke sini?" "Tadi pas kamu sedang tidur." "Kita tidak tahu dengan cara apa berterima kasih pada Pak Andi, Mas Rafa dan Mas Ardi, mereka benar-benar berusaha membantu kita, tanpa lelah melindungi kita, aku nggak tahu mau membalas dengan apa nantinya." Rafli mencium kening Silvi. "Nggak usah mikir macam-macam, yang penting sehat aja dulu Dik, aku hampir mati rasanya lihat kam

