"Dhan, Bokap lo udah nyulik Rani. Gue udah nyuruh preman-preman suruhan gue untuk menghalangi preman suruhan bokap lo, tapi masa mereka lebih banyak, Dhan. Bokap lo kayaknya udah tau kalau anak buahnya diserang sama preman suruhan gue. Makanya dia tambah anak buah untuk ikut terjun." ujar Nino di sambungan telepon. "Rani dalam bahaya, Dhan. Sekarang gue mau ngecek keberadaan rumah Rani. Gue takut kalau Ibunya Rani juga ikut kena sasaran." "Apa?!" Suara Ardhan memenuhi telinga Nino membuat lelaki itu sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya. "Papa beneran nyulik Rani?" tanya Ardhan lagi. Suaranya terdengar menahan kesal. "Iya, gue kan udah bilang kalau gue nggak bisa menjamin lebih lama kalau semua bakal baik-baik aja. Acara pertunangan lo besok, Ardhan. Bokap lo nggak mungkin diem aja.

