Rani menatap pusara di hadapannya dengan tatapan gamang. Air mata menetes kembali dari pelupuk matanya. Dia tidak menyangka bahwa ibunya akan meninggalkan Rani secepat ini. Rani sangat menyayangi ibunya. Ambar adalah satu-satunya harta paling berharga yang Rani miliki. Rani ikhlas jika dia harus terus bekerja keras untuk ibunya. Namun sekarang ibunya sudah tidak ada di dunia lagi. Ibunya sudah pergi untuk selama-lamanya. Rani mengusap nisan ibunya. "Ibu, Rani nggak mau sendirian, Bu. Kenapa Ibu tinggalin Rani, Bu?" Delisa dan Timi sedari tadi menemani Rani hingga pemakaman usai dan hanya tersisa mereka serta Nugraha dan Nino yang berada di sana. Nugraha dengan wajah lebam di wajahnya ikut merasakan duka yang teramat dalam ketika melihat air mata Rani. Dia bahkan tahu betul apa yang sudah

