"Dhan," Nino masuk ke ruangan Ardhan, duduk di hadapan Ardhan yang sedang berkutat dengan laptopnya di sofa. Ardhan hanya menoleh sebentar, lalu fokusnya kembali beralih ke laptop. "Gue udah dapet info, siapa orang yang nyebarin berita lo dan hubungan lo dengan Rani sampe media gempar gara-gara lo punya hubungan sama karyawan lo sendiri." Mendengar hal itu membuat Ardhan sontak mengalihkan atensinya kepada Nino. Ardhan mengangkat alis. Sebenarnya Ardhan menduga bahwa itu semua adalah ulah papanya yang sudah menyebarkan ke media, tapi Ardhan berpikir lagi bahwa jika memang papanya yang menyebarkan, rasanya tidak mungkin karena papanya pasti akan melindungi perusahaannya dari berita yang menurutnya tidak pantas. Ardhan juga tahu betul bahwa papanya menentang hubungan Ardhan dengan Rani. "S

