Part 28

1907 Kata

Ardhan menatap ponsel di tangannya, sudah beberapa hari Ardhan menghubungi Rani tapi tidak ada tanda-tanda perempuan itu akan mengirimkan pesan untuk bertanya mengapa Ardhan menghubunginya. Padahal Ardhan menelepon Rani berkali-kali, tapi tak juga diangkat. Entah sudah berapa banyak pesan yang Ardhan kirimkan untuk Rani, tapi tak kunjung diangkat. Hingga ketika Ardhan ke rumah Rani, rumahnya sepi, tidak ada orang menyahut dari dalam rumah seolah-olah menutup akses agar Ardhan tidak bisa menemui Rani lagi. Suster Lili yang biasanya akan membukakan pintu, lalu menyuruh Ardhan menunggu ketika Rani tak ada di rumah pun, sudah tidak lagi membukakan pintu untuk Ardhan. Ardhan sadar, dia sudah banyak menyakiti Rani meski dia sama sekali tidak bermaksud untuk itu. Ardhan tahu bahwa risikonya sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN