Part 27

2030 Kata

Wajah Ardhan benar-benar gelisah. Sedari tadi dia sudah duduk dengan ponsel di tangannya. Sejak kemarin, Ardhan sudah menghubungi Meira untuk membicarakan perihal perjodohan dengannya. Namun, nomor Meira bahkan tidak aktif. Ardhan tidak mungkin datang ke rumahnya begitu saja, dia takut kedua orang tua Meira curiga bahwa Ardhan akan memaksa Meira untuk menolak perjodohan ini. Hingga satu-satunya cara bertemu Meira adalah dia harus menyetujui ajakan mama dan papanya untuk menemui kembali keluarga Meira. Ardhan tidak boleh terlambat, dia harus membujuk Meira karena perempuan itu satu-satunya yang bisa membantunya membatalkan perjodohan mereka. "Kali ini, jangan bikin malu lagi, Ardhan." Jelita mengusap lengan Ardhan yang dibalut oleh kemeja berwarna sky blue yang melekat di tubuhnya. "Kamu a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN