"Maksud Papa apa mau bikin Rani celaka?" Ardhan datang ke rumah dan langsung menemui papanya yang tengah membaca koran. Wajahnya memerah menahan amarah. Dia tidak habis pikir dengan rencana yang akan dilakukan oleh papanya sendiri. Surya melipat koran yang semula dia baca. Melihat putranya datang tergesa-gesa dengan guratan amarah di wajahnya. Ardhan mengepalkan kedua tangannya kesal. "Papa 'kan yang bikin Rani terluka? Papa yang sengaja nyuruh orang nyerempet Rani?" Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Ardhan dengan wajah memerah karena kesal. Melihat Ardhan marah-marah membuat Surya berdiri dari duduknya. "Papa 'kan sudah bilang, nurut dengan orang tua, semua akan baik-baik aja." Bibir Ardhan terangkat, tersenyum miris meratapi kehidupannya yang berada dalam lingkaran tekanan dan pak

