Part 25

1698 Kata

Tamparan keras di pipi Ardhan terasa panas. Ardhan memejamkan matanya ketika tangan besar milik Surya dengan bebas menamparnya. Ardhan sudah tahu apa yang akan terjadi ketika dia pulang ke rumahnya. Namun, Ardhan tidak punya pilihan lain selain menghadapi semuanya. Ardhan harus mengatakan yang sesungguhnya kepada orang tuanya bahwa Ardhan tidak mau menerima perjodohan ini, terlebih ketika dia tahu bahwa perempuan yang akan dijodohkannya adalah Meira, sahabatnya. "Anak nggak tahu diuntung! Bisanya bikin malu keluarga!" Amarah Surya meluap begitu saja. "Kemarin kamu berontak, Papa diam. Kamu ngelawan, Papa masih diam. Sekarang, kamu bahkan udah bikin malu keluarga kita di depan keluarga Setyo, Papa nggak akan bisa diam lagi!" sorot mata Surya benar-benar membara. Amarahnya sudah tidak terta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN