Part 23

1892 Kata

"Ran, saya minta maaf untuk semuanya. Saya nggak tahu kalau ternyata Papa saya yang pecat kamu. Saya bener-bener minta maaf, Ran. Saya—" "Ardhan," potong Rani, suaranya melunak membuat Ardhan fokus melihat Rani. Ada rasa sesak dalam d**a Ardhan ketika melihat sorot wajah Rani. Ardhan melihat kegelisahan dalam sorot mata Rani yang jarang Ardhan lihat sebelumnya. Rani menghela napas sebelum akhirnya berbicara lagi. "Saya nggak apa-apa. Ini semua bukan salah kamu, tapi udah jalannya kayak gini." Ardhan tidak menyangka bahwa Rani justru akan menerima semuanya dengan lapang meski Ardhan tahu bahwa semua ini tidaklah mudah untuk Rani. Ardhan merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah terjadi kepada Rani akhir-akhir ini. Ardhan sudah nenyeretnya jauh hingga terlibat dalam urusan kehidupan pri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN