Part 18

2249 Kata

Langkah Rani menjadi pelan ketika tatapan orang-orang di kantor membuatnya risih. Orang-orang menatap Rani sambil berbisik-bisik, seolah Rani adalah topik pembicaraan paling menarik sekaligus menyebalkan. Rani menghela napas, memastikan tatapan orang-orang yang terus mengintimidasinya. Rani mencoba untuk mengabaikan semua keadaan, kembali berjalan hingga sampai di kubikelnya. Namun, rekan-rekan di kubikelnya ikut menatap Rani dengan tatapan mengintimidasi. Rani rasanya seperti rusa yang siap diterkam oleh raja hutan. Rani seperti mangsa orang-orang kantor hari ini. "Topik pembicaraan kantor akhirnya dateng juga." Bella yang semula menyeduh teh hangat, kini duduk di tempatnya dengan tatapan meremehkan yang tak lepas dari pandangan Rani. "Diem-diem ternyata menghanyutkan juga ya?" Netta t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN