Ruang tamu menjadi hening, belum ada satu orangpun yang bisa memberikan jawaban. Arinta, Sintya dan Ranti, sedang berperang dengan pemikiran masing-masing. Memikirkan, bagaimana caranya mereka bisa memberikan jawaban yang sejalan, sedangkan ketiganya tak memiliki ruang untuk berbincang lebih dulu. Secara bergantian, Danu menatap wajah tiga orang yang sedang bersamanya. Mencari jawaban atas pertanyaan yang baru saja di ajukannya. Selain itu, ia juga merasa bingung, apakah ada yang salah dengan pertanyaannya, sedangkan dirinya merasa hanya bertanya hal yang wajar, dan tidak mengganggu privasi Ranti. "Itu, Pa. Jadi, suaminya Kak Ranti it--" "Saya belum menikah, Om," ucap Ranti memotong kalimat yang akan Sintya katakan. Jawaban mereka memang hampir tak sejalan, dimana Sintya akan mengatakan

