b**o! t***l! b******k! Tak habis-habis Vino merutuki dirinya sendiri atas apa yang dia lakukan pada Naisyila-nya. Entah apa yang merasuki hingga dengan bodohnya ia menampar Beby. Benar-benar sial! Mencoba peruntungan, iapun meraih ponselnya di atas nakas samping tempat tidur lalu men-dial-up nomor Beby. Dan tidak lama setelah dering masuk berbunyi, panggilannya ditolak sepihak. “Arghh!” Dan di samping kamar Vino, tepatnya kamar milik Beby, gadis itu masih tergugu menyesakkan. Masih tidak menyangka akan mendapat perlakuan tidak terduga dari orang yang sangat dirasanya mustahil melakukan itu. Vino yang dia kenal lembut, penyayang, dan tidak kasar. Terlebih padanya. Tapi yang barusan terjadi? Ini terlalu maha dahsyat mengguncang jiwa Beby. Lagi-lagi tangisnya pecah sesaat memutar kej

