“Mia, kamu dipanggil Tuan.” perempuan yang usianya lebih tua sepuluh tahun dari Mia itu memberitahu. “Dipanggil untuk apa Mbak?” “Aku juga gak tau. Udah sana buruan.” meski masih bingung, Mia terpaksa meninggalkan pekerjaannya. Sesampainya di ruangan kerja Giordanz, Mia kontan menundukkan kepala saat mendapati Ratu dan Leina pula disana. Entah kenapa jantungnya jadi berdegup cepat. “Tuan memanggil saya?” “Kamu yang bernama Mia?” itu bukan suara Giordanz. Melainkan Ratu yang melontarkan pertanyaan. Walaupun tidak pernah secara langsung melayani Nyonya Ratu, tapi dia cukup tahu dari pelayan lain kalau Ratu itu sangat tegas. Bisa ia perkiraan bagaimana sifat Ratu bila melihat Beby. Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Pastilah ada kemiripan antara ibu dan anak. Meskipun hanya sebagia

