"Bang, apa kamu ... gila!" Wulan terbelalak dengan bibir menganga lebar. Gadis itu menutup bibirnya menggunakan kedua telapak tangan karena melihat kejadian yang kini terpampang di depan mata. Ridwan tersungkur ke atas rerumputan dengan hidung yang mengeluarkan darah. Di depannya berdiri Nathan dengan jemari yang masih mengepal di samping badan. "Jangan pernah melakukan hal ini lagi! Aku akan benar-benar membunuhmu kalau sampai muncul di hadapanku, bahkan berani menemui Wulan lagi!" ancam Nathan. Bukannya takut dan pergi, Ridwan justru terkekeh. Dia beranjak dari atas tanah dan membersihkan celana dan bajunya yang kotor. Dia kembali berdiri tegap dan menatap tegas lelaki yang kini ada di hadapannya itu. "Aku akan menjauh sementara waktu. Tapi, ingat satu hal! Kalau sampai kamu membuat

