Bab 21. Hampir Ketahuan

1048 Kata

"Loh, ya nggak bisa dong, Laan! Aku ...." "Ya sudah, biar Wulan yang pergi sama mamak!" Suara bariton Nathan kini membuat mereka bertiga menoleh ke arah pintu. Lelaki tersebut datang dengan membawa tas kecil. Tatapan tajamnya kini menghunus Lintang yang masih mematung sambil melipat lengan di depan d**a. Wulan bergegas menghampiri sang suami dan meraih tangan serta mencium punggung tangannya. "Sejak kapan kamu datang, Suamiku?" tanya Wulan dengan suara sedikit bergetar. "Sejak aku mendengar mbakmu itu ribut soal warisan almarhum bapak! Berkemaslah, Mamak juga, ya?" Nathan kini bicara dengan nada lembut kepada sang istri dan ibu mertua. Wulan tak membantah sedikit pun, sementara Sri sempat menghampiri Nathan. Dia hendak melayangkan penolakan, tetapi langsung dicegah oleh Wulan. Mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN