Bab 22. Tidur Sekamar

1052 Kata

"Apa kamu dan Wulan tidur terpisah?" Nathan terbelalak mendengar pertanyaan Sri. Dia membuang muka sekilas, lalu menelan ludah secara kasar. Tak lama kemudian Nathan kembali menatap Sri. "Nggak, Mak. Mana ada seperti itu? Kami tidur satu kamar, kok." Nathan tersenyum kikuk ketika mengatakannya. "Baiklah, mungkin mamak yang terlalu berlebihan dan berpikir macam-macam. Mamak takut," ucap Sri dengan bahu merosot. Nathan memilih untuk diam. Namun, selanjutnya Sri kembali mengembuskan napas berat. Dia mulai menceritakan bagaimana Lintang diperlakukan buruk oleh suami dan mertuanya. Lintang dan suaminya kini sedang dalam proses perceraian. Itu adalah alasan kenapa sebenarnya Sri enggan keluar dan meninggalkan rumahnya. Lintang memang kasar dan egois, tetapi di balik sikapnya anak pertamanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN