Wulan beranjak dari sofa dan bersiap untuk melangkah meninggalkan Nathan. Akan tetapi, Nathan dengan sigap mencegahnya. Wulan terpaksa menghentikan langkahnya dan balik badan untuk menatap sang suami. "Kamu salah paham. Aku melakukannya bukan karena ingin memiliki istri bergelar sarjana. Aku hanya mau, kamu memiliki masa depan yang lebih baik daripada sekarang. Aku ingin ...." "Oh, jadi kalau perempuan dengan ijazah paket C bukan wanita yang baik dan nggak akan memiliki masa depan yang cerah. Begitu, maksud Dokter?'' Wulan kini menarik paksa lengannya sehingga terlepas dari genggaman tangan Nathan. Nathan langsung membisu. Dia merasa percuma saja mendebat sang istri saat suasana hatinya sedang keruh. Dia akhirnya membiarkan Wulan berjalan ke arah kamarnya. Perempuan tersebut baru saja

