"Sebenarnya aku cuma menebak, sih. Soalnya nggak biasa aja kamu terlihat kebingungan dan ... ya ... agak lain aja. Apa kamu melupakan kalau aku ini seorang psikiater?" Nathan tersenyum miring kemudian mulai memasukkan potongan ayam ke mulutnya. "Iya, aku lupa! Bahkan aku sempat berpikir kalau kamu itu dukun!" ujar Wulan. Nathan berdecap kemudian menggeleng. Terkadang isi otak istrinya tersebut memang agak lain. Mereka menyelesaikan makan malam itu tanpa rasa canggung sedikit pun, meski baru saja terjadi insiden tak terduga. Usai makan malam, mereka masih mengobrol bersama sambil menonton sinetron kesukaan Wulan. Sebenarnya Nathan enggan menyaksikan drama penuh intrik yang menurutnya terlalu berlebihan itu. Namun, bisa menemani sang istri dan mendengar setiap ocehan yang keluar dari mulu

