"Tolong jangan pecat Devi, Bu. Dia sedang butuh banyak uang karena harus merawat ibunya yang sakit kanker." Kalimat yang keluar dari bibir Wulan itu, sontak membuat mata Devi berkaca-kaca. Ya, gadis itu sekarang masih ada di depan pintu dengan sedikit celah yang terbuka. Dia memang sengaja masih ada di sana untuk mendengarkan percakapan Wulan dengan bosnya tersebut. Devi mengira Wulan akan mengadukan hal buruk tentangnya. Namun, siapa sangka perempuan polos dan baik hati itu justru melakukan hal sebaliknya. Kini justru dia kehilangan muka untuk sekedar bertatap muka dengan Wulan. Akibat rasa iri yang menjerat hatinya, Devi justru kehilangan hubungan baik dengan Wulan. Dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Wulan di kemudian hari. Devi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pintu men

