Bab 16. Bukti

1059 Kata

"Kalau emang aku niat nyuri, kenapa cuma segitu, Dev? Kalau mau aku bisa saja mencuri jutaan rupiah dari brankas? Kenapa cuma ratusan ribu?" Wulan tersenyum kecut sambil menatap rekan kerjanya itu. "Sebelum aku menyerahkan jabatan manajer ke kamu aku sudah pegang brankas, Dev. Kalau memang mau dan niat banget buat ambil uang omzet, aku bisa membuka brankas dan membuat uang omzet raib, terus kabur. Ngapain aku ngambil uang kecil dari mesin kasir?" Wulan masih berusaha menanggapi tuduhan Devi setenang mungkin. “Uang kecil, ya?" Devi kini terkekeh. Gadis itu melipat lengan di depan d**a sambil menatap tajam Wulan. Dia menyandarkan punggung ada kepala kursi sambil terus menggoyangkan kakinya. Wulan tampak begitu tenang saat menghadapi Devi. "Kamu sombong ya sekarang? Padahal dulu kamu sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN