"Pak,” panggil Nathan dengan suara lemah hampir tak terdengar. Lukas menoleh ke arah Nathan. Ekspresi wajahnya begitu sulit diartikan oleh orang awam. Namun, lain halnya dengan Nathan. Lelaki tersebut langsung mendekati Lukas dan duduk di sampingnya. Nathan menatap atasannya itu dengan jarak normal untuk memerhatikan apa yang sedang dirasakan oleh pria tersebut. Ada rasa bersalah dan kesedihan yang kini tersirat di mata Lukas. "Apa yang sebenarnya terjadi. Aku melihat Pak Lukas menatap istriku dengan tatapan yang menyiratkan kesedihan. Tapi, aku rasa ini bukan soal kecelakaan. Apa ada hal lain yang mengganggu Pak Lukas?" tanya Nathan sambil menatap lelaki tersebut. "Bukan hal penting." Lukas tersenyum miring dan beranjak dari kursi. "Karena Sri sudah ditemani oleh keluarganya, maka ak

