Bab 29. Sama-sama Kehilangan

1053 Kata

Nathan berjalan menyusuri koridor untuk menemui sang ibu mertua. Dia memuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan yang kini terasa sunyi itu. Hanya terdengar mesin dan monitor yang menunjukkan tanda vital Sri. Nathan kini menarik kursi sehingga keheningan di sana sedikit pecah karena gesekan yang terjadi antara kaki kursi dengan lantai dingin ruangan tersebut. Nathan menatap sang mertua yang kini masih memejamkan mata. Ada rasa nyeri dan bersalah ketika melihat wanita tersebut. "Mak, maafkan aku karena sudah berbohong sama Mamak. Sebenarnya aku terpaksa menikahi Wulan karena rasa tanggung jawab, Aku tidak mencintainya, Mak. Rasa sukaku kepadanya hanya sebatas rasa sayang seorang kakak kepada adiknya. Jahat ya aku, Mak?" Nathan tersenyum kecut kemudian mengusap wajah frustrasi. Lelaki ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN