"Aku jadi kurus dan jelek akhir-akhir ini. Mamak kasihan ...." Suara Wulan perlahan menghilang. Ternyata perempuan tersebut tengah meracau karena demam tinggi. Nathan tersenyum tipis dan mulai menyelimuti tubuh sang istri. Wulan pun terlelap setelah efek obat mulai masuk melalui selang infus. Nathan kini duduk di dekat Wulan. Wajah polos dan lugu Wulan membuat Nathan tersenyum lembut. Jemari lelaki tersebut mulai naik ke udara dan mendarat pada rambutnya yang menutupi muka. "Jangan sakit-sakit lagi, Lan. Kamu harus tetap sehat dan kuat." Nathan tersenyum tipis kemudian mulai menunduk ikut tertidur dengan posisi membungkuk di atas brankar. Keesokan harinya ketukan pintu membuat Wulan terjaga. Dia menatap pintu yang perlahan terbuka. Seorang perawat masuk dengan membawa obat-obatan dan t

