Maaf

1419 Kata

Dering suara ponselnya membuat lamunan Kanaya buyar. Santi menghubunginya lebih cepat dari yang Kanaya kira. Ia segera menerima panggilan dari sahabatnya. “Halo, Nat, Daniel bilang lo mau curhat?” tanya Santi tanpa menunggu sapaan dari Kanaya. “Iya, gue lagi bingung. Max kayaknya marah sama gue karena nyebut nama Radit,” ucap Kanaya. Ia berharap Santi bisa membantunya menyelesaikan masalah. Kanaya tidak ingin pernikahannya batal karena masalah mantan. “Marah kenapa? Emang ada apa dengan Radit?” Suara Santi terdengar semakin kecil membuat Kanaya menaikkan volume ponselnya. “Lo kenapa bisik-bisik?” tanya Kanaya. Biasanya juga suara Santi tidak bisa dikontrol. Kanaya meraih boneka pemberian Max lalu memeluknya. Walau ukuran boneka itu kecil setidaknya Kanaya bisa melepaskan rindu pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN